Literasi Digital, Strategi Membangun Kecerdasan Bermedia Sosial

 

 

 

 

 

 

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini tidak bisa dihindari lagi pengaruhnya terhadap dunia pendidikan. Pertumbuhan teknologi digital memicu perkembangan di berbagai sektor kehidupan dan mempunyai pengaruh yang besar dalam perubahan perilaku manusia dalam bidang komunikasi, bisnis dan juga pendidikan tentunya. Perubahan di era saat ini menuntut dunia pendidikan untuk selalu dan senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran.

Nilai-nilai positif dari perkembangan teknologi internet ini juga terdapat sisi negatif yang mengancam, misalnya komunikasi yang serba terbuka, banyaknya berita dan konten-konten hoax di media sosial. Oleh karena itu sangat penting kecerdasan individu dalam bermedia sosial. Saat ini dunia telah menjadi global village yang terkoneksi dengan teknolohi informasi. Pertumbuhan media digital memungkingkan pergeseran perilaku masyarakat. Akan tetapi, keterbukaan informasi di media sosial tidak dibarengi dengan kecerdasan bermedia untuk menganalisis data dan konten yang ada di sosial media khususnya. Olehnya Literasi digital menjadi stategi penting untuk mendorong kecerdasan bermedia sosial.

BACA:  Pendidikan Abad 21 dalam Konteks Merdeka Belajar

Literasi digital sebagai suatu kemampuan untuk membaca dan memahami informasi dalam bentuk hypertext atau informasi dalam format multimedia (Bawden, 2001). Literasi digital ini berbeda dengan literasi tradisional, hal tersebut dikarenakan sumber digital yang ada pada saat ini dapat menghasilkan berbagai macam bentuk informasi yang diataranya dapat berupa teks, gambar, suara maupun bentuk lain.

Gilster (1997) menyebutkan bahwa ada 4 aspek kompetensi yang harus dimiliki seseorang untuk bisa dikatakan mampu berliterasi digital yaitu kemampuan menggunakan pencarian di internet, kemampuan membaca sert pemahaman teks yanga da dilingkungan internet, keterampila seseorang untuk berpikir kritis dan memberikan penilaian terhadap apa yang ditemukan secara online disertai dengan kemampuan untuk mengidentifikasi keabsahan dan kelengkapan informasi, kemudian kemampuan untuk menyusun pengetahuan atau membangun suatu kumpulan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dengan kemampuan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi fakta dan opini dengan baik dengan baik serta tanpa prasangka.

Jadi literasi digital bukan hanya sekedar kemampuan untuk menggunakan sumber digital tersebut, namun juga kemampuan berpikir terhadap informasi yang didapatkan dari berbagai sumber multimedia yang didapatkan dengan efektif. Begitupula penerapan dalam dunia pendidikan, literasi digital menjadi sangat penting sebagai landasan dalam memperoleh pengetahuan yang khususnya bersumber dari internet.

BACA:  Memahami Gejala Sosial Budaya di Era Revolusi 4.0

Muallim

STIA Abdul Haris

Related Posts