Memahami Gejala Sosial Budaya di Era Revolusi 4.0

Indonesia adalah negara yang memiliki potensi perkembangan budaya yang beranekaragam. Mulai dari bahasa, pakaian, norma, suku, ras, dan bahkan hampir meliputi seluruh kehidupan masyarakat Indonesia. Potensi ini sudah diakui di kancah internasional oleh UNESCO ( United Nations Educational Scientific and Cultural Organization). Tetapi, ada hal yang harus disadari, bahwa dibalik keberagaman kebudayaan ini terdapat sebuah fenomena gejala sosial budaya. Gejala sosial budaya adalah fenomena yang ditandai dengan timbulnya permasalahan sosial budaya, yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku setiap individu dilingkungan kehidupannya. Fenomena sosial budaya ini dapat terjadi ketika ada perubahan sosial. Salah satu hal yang sangat mempengaruhi perubahan sosial budaya pada saat ini adalah adanya Revolusi Industri 4.0 termasuk pula kita akan menuju kepada era society 5.0 pula. . Revolusi ini telah memainkan perannya dalam kehidupan manusia, khususnya pada bidang budaya, misalnya perubahan cara makan, berpakaian hingga ketataran perubahan norma yang berlaku ditengah-tengah masyarakat 

Revolusi Industri 4.0 adalah sebuah inovasi baru dibidang industri, setelah terjadi perubahan sebanyak 3 kali. Revolusi ke-empat ini merupakan perubahan dunia ke-empat, dimana ada lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem industri yaitu, Internet of Things, Artificial Intelligence, Human Machine Interface, Teknologi Robotika, Sensor/Teknologi 3D Printing. Maka ini sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh manusia, khususnya masyarakat Indonesia 

Ketika kita memiliki potensi keanekaragaman budaya dan juga diperhadapkan dengan gejala sosial budaya akibat tantangan perubahan dunia keempat ini, masyarakat Indonesia harus siap menghadapi hal tersebut. Pemahaman masyarakat terhadap gejala sosial budaya ini, perlu adanya pemahaman terlebih dahulu mengenai perubahan sosial yang terjadi. Perubahan sosial yang terjadi di era ke-empat ini dipengaruhi oleh lima hal yang menopang Revolusi Industri 4.0. Yakni, pertama masyarakat harus tau bahwa Internet of Things ( internet untuk segala ) membawa perubahan yang besar, salah satunya dengan adanya globalisasi budaya . masyarakat Indonesia memanfaatkan Internet of Things sebagai sarana promosi dan sosialisasi potensi budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Menjadikan Indonesia mampu bersaing dan memperkenalkan budaya Indonesia di kancah dunia Internasional, bahkan tak menutup kemungkinan memiliki harga jual yang tinggi dimata dunia. 

Selanjutnya, masyarakat perlu memahami Artificial Intelegence serta Human Machine Interface (HMI). Artificial Intelegence (kecerdasan buatan) telah mengubah sebagian cara hidup manusia terutama cara berfikir, cara bertingkah, sehingga lahirnya budaya konsumtif. Dengan adanya budaya konsumtif ini, mempengaruhi pola pikir masyarakat yang berakibat timbul sifat malas untuk mengembangkan potensi dalam melahirkan ide-ide kreatif dan hanya bergantung pada kecerdasan buatan. Kebiasaan serba instan atau serba ada, membawa mereka tak mau lagi berproses

Kemudian masyarakat Indonesia harus pula sadar adanya Teknologi Robotika, dan Sensor/Teknologi 3D Printing telah mengantikan peran manusia dalam kehidupan. Bahkan semua sudah dipermudah dengn mulai munculnya robot yang dapat melakukan hampir seluruh aktivitas manusia, dan juga hadirnya teknologi 3D mengambil ahli proses produksi disegala bidang. Kesadaran terhadap hal ini, seharusnya masyarakat semakin tertantang untuk meningkatkan (Sumber Daya Manusia) SDM agar diakui dan mampu menghadapi tantangan yang diakibatkan. Misalnya menciptakan perubahan sosial budaya belajar yang berkualitas, etos kerja yg rendah menjadi tinggi, membiasakan bergaul dengan lingkungan yang kemampuan skill masyarakatnya berkualitas dan lain sebagainya

Lima poin penting yang sudah dijelakan diatas juga sesuatu hal yang memiliki dampak negatif juga dampak positif. Masyarakat harus memahaminya sebagai bagian dari perubahan sosial serta pemegang kontrol sosial. Sehingga mau tidak mau, mayarakat harus siap menghadapinya. Kesimpulannya, dengan adanya masyarakat yang paham terhadap gejala sosial budaya, akan melahirkan masyarakat sadar akan posisi mereka sebagai kontrol sosial atas perubahan sosial khususnya pada perubahan sosial budaya . 

Muallim

BACA:  Qurban dan Juga Pengembangan Peternak, Ibadah dan Juga Sekaligus Pemberdayaan

STIA Abdul Haris

Related Posts