Dari Turikale ke Turkiye: Kota, Perpustakaan, dan Taman

Akademia.abdulharis.ac.id, Istanbul – Pagi ini, Begitu saudara saya Ismawan (panggilan akrab Mao) mengajak jalan pagi, saya membuat tawaran “ke Fatih”. Beliau setuju dan kami jalan.

Selain berkunjung ke masjid Fatih Sultan Mehmed, juga ke universitas yang dinamakan dengan tokoh yang sama.

Kemudian mengitari kantor walikota, dan pulang menuju rumah, masih mampir di dua taman. Satu taman dikelola kecamatan, dan satu lagi dikelola kelurahan.

Sepanjang jalan itu, masjid, taman, kantor walikota, ada kesamaan pada perpustakaan.

Tidak perlu disebut lagi kampus, pastinya ada perpustakaan.

Begitu pula ruang-ruang “swasta” publik, tempat minum teh, juga ada ruang baca.

Ingatan saya kembali ke Turikale.

Bukan saja karena lahir di Camba, walau tak pernah menyelesaikan sekolah menengah di sana. Kawan seperjalanan, juga adalah orang Maccopa, lebih tepatnya lagi warga Darul Istiqamah.

Sesekali kami berbincang, sambal mengatur nafas selama jalan-jalan.

Ketikan pelantikan IKA BKPRMI Maros di Turikale, salah satu “deklarasi” kepengurusan adalah mendorong wujudnya satu masjid satu perpustakaan.

BACA:  MPP Pemuda ICMI Siap Gelar Rakornas di Banda Aceh

Mendengar itu, saya setuju lalu diam. Terdiamnya saya tak lebih karena tidak faham saja. Lalu saya teruskan tetap dan selalu menyetujui itu.

Saya semakin setuju ketika melihat pertama kali perpustakaan di alun-alun Taksim. “Ini tempat wisata, ada Perpustakaan.”

Jalan-jalan pagi ini, lagi-lagi di samping masjid Fatih Sultan Mehmed, ada juga perpustakaan “masjid punya Perpustakaan”.

Begitu pula di taman-taman kalau bukan perpustakaan, ada taman baca, atau di warung teh ada pojok baca.

Perjalanan sepanjang hari ini, dari sisi manapun selain taman, ya Perpustakaan. Juga diselingi dengan kucing-kucing yang berkeliaran. Bahkan ada satu “mesin” sendiri untuk menjadi karung makanan bagi kucing-kucing.

Bagi yang yang mau memberikan makan kucing, dapat membeli makanan itu dan langsung menyuapi kucing yang jumlahnya sampai puluhan berseliweran.

Turikale kita sama bagusnya. Di kantor AMTI, ruangan terbesar adalah Perpustakaan. Isinya ribuan buku dengan judul dan tema berbeda. Setiap pekan, ada kegiatan pengajian dan kajian lainnya.

AMTI tidak juga sampai di situ saja. Juga, menjadi bagian utama dalam aktivitas bersama IKA BKPRMI dan BKPRMI. Ada seminar, ada literasi santri, dll.

BACA:  Turkiye dalam Krisis Moneter, Antara Stagnasi dan Kemajuan

Baik Turikale maupun Turkiye, merupakan wadah bagi warganya mengeskpresikan kehidupannya. Semangatnya bisa saja sama, pada kecintaan terhadap kemanusiaan dalam kehidupan itu.

Related Posts